Mengajak Bayi Berbicara

Posted on

Semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, dan mengharapkan anaknya akan menjadi anak yang cerdas. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh orang tua untuk mencerdaskan anak adalah dengan cara sering mengajak berbicara, hal ini dapat dilakukan semenjak anak masih berada dalam kandungan. Dengan selalu mengajak komunikasi, maka anak akan menjadi lebih cerdas.  Selain pemenuhan nutrisi, guna mengoptimalisasi masa tumbuh kembang otak bayi diperlukan juga berbagai macam stimulasi.

Sejumlah riset  telah menunjukan bahwa anak-anak yang orang tuanya kerap mengajaknya bicara saat masih bayi ternyata memiliki tingkat IQ yang jauh lebih tinggi. disamping itu, kosakata mereka juga jauh lebih kaya dengan anak-anak yang jarang sekali mendapatkan stimulasi verbal sewaktu mereka masih bayi. Ketrampilan bicara perlu Anda ajarkan sejak bayi. Lebih mudah dari yang Anda perkirakan, karena bayi sangat mudah meniru dan pada dasarnya suka belajar. Berikut cara mudah untuk melatih bayipandai bicara.

Ini dia 100 Tips Cara Cepat Hamil yang dikaji mendalam.
Khusus bagi Anda yang ingin segera memiliki momongan.
Maksimalkan Promil Anda Sekarang! » LIHAT DI SINI «

 Bayi akan senang mendengar suara anda. Sementara anak-anak yang mulai bisa berjalan akan suka saat mendengarkan dongeng yang anda tuturkan buatnya. Dan ini pada gilirannya akan sangat bermanfaat untuk melatih dan mengembangkan kemampuan berbahasa anak anda. Bacakan buku cerita bergambar kepada bayi anda sejak ia berusia enam bulan.

 Ajak bayi Anda bicara dan belajar juga  menjadi pendengar yang baik untuknya. Bayi mungkin belum bisa menjawab dengan kata-kata, namun mereka pandai merespon melalui ekspresinya. Respon ini yang perlu diperhatikan dan dihargai sebagai bentuk awal bayi belajar berkomunikasi dengan lingkungannya. Anda juga dapat mengajak bayi berbicara cerdas dengan memanggil namanya, menanyakan sesuatu, menjelaskan hal sesuai logika serta menggunakan kalimat lengkap.

Proses belajar bayi dan balita dengan mendengar, melihat, merasakan, mengingat, mencoba, mengulang, membandingkan, menggabungkan, dan membiasakan. Karena itu dalam proses bermain, pengasuh harus memberikan contoh-contoh yang baik dan benar berupa ucapan, perkataan, dan perilaku, karena akan diingat, ditiru, bahkan dikembangkan oleh bayi atau balitanya.

Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi atau balita. Misalnya, ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton televisi, di dalam kendaraan, dan menjelang tidur.

Tapi saya tak mau menyerah. Saya lakukan semua usaha dan cara.
Akhirnya SAYA HAMIL. Alhamdulillah.. Ini yang saya lakukan!. » LIHAT DI SINI «