Tips Dasar Merencanakan Kehamilan

Posted on

Menginjak tahun-tahun ketiga dan selanjutnya dalam pernikahan, namun kehamilan tak kunjung datang seringkali menimbulkan rasa khawatir yang besar dalam diri pasangan suami-istri. Hal ini sangatlah wajar mengingat “anak” adalah pelengkap kebahagiaan rumah tangga dan penerus generasi keluarga. Karena itu ada baiknya apabila Anda dan suami mengetahui pengetahuan dasar dalam merencanakan kehamilan, seperti yang diulas berikut ini;

Bagaimana Kehamilan Bisa Terjadi?

Setiap bulan Anda mengalami masa subur atau masa ovulasi dalam satu kali siklus menstruasi. Masa ovulasi adalah masa dimana sel telur telah matang dan siap dilepaskan dari indung telur atau ovarium menuju tuba falopi.

Siklus menstruasi tiap wanita berbeda-beda. Ada yang memiliki siklus menstruasi 26 hari, 28 hari, bahkan ada yang 32 hari. Namun banyak wanita yang memiliki siklus menstruasi 28 hari. Untuk siklus ini, ovulasi umumnya terjadi pada hari ke-14 dari siklus tersebut. Namun bisa saja masa ovulasi ini berubah-ubah waktunya setiap kali siklus menstruasi terjadi.

Saat ovulasi, sel telur yang telah matang akan dilepaskan dari ovarium lalu ia akan berenang menuju tuba falopi. Sel telur ini umumnya dapat bertahan selama 24 jam. Pada saat ovulasi inilah saat yang tepat bagi Anda dan suami melakukan hubungan intim. Bisa juga beberapa hari sebelumnya, karena sel sperma mampu bertahan sampai 5 hari dalam saluran reproduksi wanita.

Jika fertilisasi antara sel telur dan sel sperma sukses, selanjutnya sel telur akan berenang menuju rahim (uterus). Dalam rahim inilah sel telur akan terimplant (menempel) dan akan berkembang menjadi embrio yang kelak menjadi momongan yang Anda idam-idamkan.

Pembuahan sukses itu artinya Anda mulai memasuki masa kehamilan dan siklus menstruasi terhenti. Itulah sebabnya salah satu ciri yang paling sering digunakan wanita dalam mendeteksi kehamilan adalah ketika dia tak lagi kedatangan “tamu bulanan”. Namun jika kehamilan tidak terjadi, maka sel telur ini akan luruh bersama lapisan-lapisan dinding rahim. Peluruhan inilah yang disebut sebagai menstruasi.

Tips Dasar Merencanakan Kehamian

  • Jika Anda menginginkan kehamilan, maka Anda dan suami harus menghindari perilaku seksual yang tidak sehat. Salah satunya adalah menggunakan pelumas saat melakukan hubungan intim. Pelumas yang ada di pasaran biasanya memiliki pH yang rendah dari pH yang seharusnya dibutuhkan dalam pembuahan, sehingga pelumas ini bisa menyebabkan kematian sel sperma. Lakukanlah hubungan intim secara alami, kalau perlu lakukan foreplay atau pemanasan terlebih dahulu agar Anda dapat berlubrikasi dengan baik.
  • Stres sebenarnya tidak langsung menyebabkan ketidaksuburan pada wanita, hanya saja stres dapat membuat hormon reproduksi terganggu sehingga siklus menstruasi pun akan terganggu. Dan pada akhirnya mengganggu proses ovulasi. Sedangkan pada pria, stres dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas sperma. Jadi untuk mendapatkan kehamilan, sebisa mungkin hindarilah “stres”.
  • Ada kalanya kualitas sperma mengalami penurunan, pada saat seperti ini seorang pria harus banyak-banyak mengonsumsi vitamin E atau makanan berprotein tinggi seperti tauge atau kacang-kacangan.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Jangan lupa untuk membaca juga artikel tentang Waktu Pembuahan Sel Telur setelah Berhubungan dan Cara meningkatan Kesuburan Wanita

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!