Mitos tentang Masa Subur

Posted on

Masa subur sering dikaitkan dengan mitos-mitos yang kebanyakan belum terbukti kebenarannya. Bagi Bunda yang telah siap dalam merencanakan kehamilan, ada baiknya Bunda menambah pengetahuan tentang masa subur dengan membaca banyak referensi, agar Bunda tidak dipusingkan dengan mitos-mitos yang seringkali beredar di masyarakat. Berikut beberapa mitos seputar masa subur dan penjelasannya.

Mitos tentang Masa Subur

Mitos tentang Masa Subur #1 : Ovulasi Terjadi pada Hari ke-14 Siklus Menstruasi

Pendapat ini tidak berlaku secara umum karena setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda dan masa ovulasi bisa saja terjadi dalam waktu yang berbeda pula dari siklus menstruasi sekarang dengan siklus menstruasi berikutnya. Ada dua ciri yang dapat Bunda jadikan acuan;

  • Tentukan siklus terpendek dan siklus terpanjang menstruasi Bunda.
  • Cairan leher vagina bertambah banyak, jernih dan elastis. Ketika cairan ini keabu-abuan, lengket dan kental, itu berarti kesuburan Bunda telah berkurang.

Mitos tentang Masa Subur #2 : Wanita Hanya Bisa Dibuahi Selama Periode 1 Hari pada Siklus Menstruasi

Sel sperma bisa bertahan selama sampai 5 hari dalam sistem reproduksi Bunda. Sedang ovarium Bunda dapat melepaskan sel telur sebanyak 2 kali dalam waktu 24 jam. Sehingga pembuahan bisa terjadi dalam periode 5 hari sebelum ovulasi dan 2 hari setelahnya. Jadi selama siklus menstruasi, pembuahan bisa terjadi dalam periode 7 hari.

Mitos tentang Masa Subur #3 : Masa Subur Bisa Diketahui dengan Memperhatikan Perubahan Suhu Tubuh

Perubahan suhu tubuh tidak bisa dijadikan sebagai acuan yang akurat karena tidak semua wanita mengalaminya, hanya sekitar 10% saja. Mitos ini menyebutkan bahwa masa subur terjadi sehari sebelum suhu tubuh turun dan sehari setelah suhu tubuh naik. Namun karena tanda ini tidak begitu akurat, sebaiknya Bunda lebih memperhatikan perubahan cairan leher vagina untuk mengetahui masa subur.

Mitos tentang Masa Subur #4 : Stres Bisa Menyebabkan Wanita Tidak Subur

Sebenarnya stres tidak langsung menyebabkan wanita tidak subur. Hanya saja stres bisa memengaruhi hormon yang berperan dalam ovulasi sehingga ovulasi tertunda. Jadi jika Bunda ingin segera menimang momongan, upayakan untuk menghindari stres.

Mitos tentang Masa Subur #5 : Menopause Terjadi Karena Sel Telur Sudah Habis

Menopause sebenarnya bukan terjadi karena sel telur habis. Bunda tahu tidak? Wanita terlahir dengan membawa lebih dari 400.000 sel telur. Keadaan menopause bukan disebabkan karena sel-sel telur ini habis melainkan disebabkan karena tubuh tidak lagi bereaksi terhadap hormon yang berperan dalam pematangan sel telur. Inilah yang menyebabkan terjadinya menopause pada wanita.

Untuk informasi lebih lengkap sebaiknya Bunda berkonsultasi kepada dokter ahli kandungan. Baca juga tentang Mitos agar cepat hamil dan pola hidup sehat agar cepat hamil

***

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!