Mitos Seputar Kehamilan dan Faktanya

Posted on

Ketika Anda memasuki masa-masa kehamilan, biasanya Anda akan dijejali banyak mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Bahkan banyak bacaan yang menyajikan tentang hal ini. Misalnya, seorang ibu hamil harus membawa benda tajam ketika keluar rumah semisal gunting atau silet, dan masih banyak mitos-mitos semacamnya. Mencari informasi seputar kehamilan memang sebaiknya Anda lakukan, namun jangan langsung memercayai semua hal yang Anda baca. Telitilah terlebih dahulu, karena terkadang mitos-mitos tersebut tidak terbukti kebenarannya. Berikut beberapa contoh mitos dan kebenarannya.

Mitos Agar Cepat Hamil

Mitos tentang Kehamilan #1 : Melakukan hubungan intim di pagi atau siang hari dalam keadaan lampu menyala menyebabkan pembuahan lebih cepat terjadi.

Fakta : Kuantitas atau jumlah sperma memang lebih tinggi di pagi hari sehingga mendukung proses terjadinya pembuahan. Namun belum ada penelitian atau bukti yang menunjukkan keterkaitan antara pembuahan dengan keadaan dimana lampu menyala.

Mitos tentang Kehamilan #2 : Berhubungan intim tiap hari meningkatkan peluang hamil.

Fakta : Sebenarnya tidak ada jaminan peluang hamil Anda akan meningkat ketika berhubungan intim tiap hari. Kuantitas dan kualitas sperma suami Anda justru akan menurun jika terlalu sering berejakulasi. New England Journal of Medicine (NEJM) memaparkan dalam penelitiannya bahwa kemungkinan kehamilan pasangan yang melakukan hubungan intim tiap hari tidak ada bedanya dengan pasangan yang melakukan hubungan intim tidak tiap hari.

Sebaiknya Anda melakukan hubungan intim pada masa subur dan pada saat kualitas dan kuantitas sperma suami Anda sedang baik-baiknya. Masa subur Anda kira-kira 6 hari setelah masa ovulasi. Sedang sperma suami Anda diproduksi setiap 2 hari sekali. Jadi sebaiknya suami tidak sering berejakulasi sebelum masa subur tiba. Dan hubungan intim sebaiknya dilakukan tidak lebih dari sekali dalam sehari.

Mitos tentang Kehamilan #3 : Peluang kehamilan meningkat dengan mengangkat bagian bawah tubuh Anda lebih tinggi dari kepala sesaat setelah berhubungan intim.

Fakta : Ternyata Anda tidak perlu melakukan posisi yang macam-macam -untuk membantu sperma mencapai sel telur lebih cepat- sesaat setelah berhubungan intim. Untuk membantu proses pembuahan, setelah melakukan hubungan intim, Anda cukup berbaring telentang selama 5 menit.

Mitos tentang Kehamilan #4 : Hubungan intim di awal masa subur akan membuahkan anak laki-laki dan berhubungan intim di akhir masa subur akan membuahkan anak perempuan.

Fakta : Berhubungan intim di masa subur hanya membantu memperbesar peluang terjadinya kehamilan, bukan menentukan jenis kelamin anak. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh NEJM bahwa tidak ada kaitan antara waktu melakukan hubungan intim dengan jenis kelamin bayi. Jika Anda menginginkan bayi laki-laki, Anda mungkin bisa mencoba hasil penelitian yang dilakukan oleh Universities of Exeter and Oxford di Inggris, yakni, mengkonsumsi lebih banyak kalori pada masa pembuahan (tepatnya 2200 kalori) akan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan anak laki-laki.

Mitos tentang Kehamilan #5 : Naik sepeda akan mengurangi jumlah sperma laki-laki.

Fakta : Bila suami Anda bersepeda hanya sekedar untuk hobi dan hiburan, maka Anda tidak perlu khawatir. Untuk atlit sepeda olimpiade yang bersepeda dalam intensitas dan frekuensi tinggi, secara teori jumlah spermanya bisa saja menurun, namun hal ini belum terbukti secara klinis.

Mitos tentang Kehamilan #6 : Ovulasi terjadi setelah 14 hari menstruasi.

Fakta : Ovulasi terjadi pada hari ke-14 memang telah dijadikan patokan umum, namun ini bukanlah cara paling efektif untuk menentukan masa subur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Environmental Health Sciences diketahui bahwa hanya 30% wanita yang subur pada hari ke 10-17 dari siklus menstruasi mereka.

Mitos tentang Kehamilan #7 : Pelumas buatan tidak mengurangi peluang kehamilan.

Fakta : Mungkin ketika Anda melakukan hubungan intim, Anda menggunakan pelumas buatan yang dibeli di apotek dan berpikir bahwa hal ini tidak akan menguurangi peluang Anda untuk hamil. Faktanya, pelumas buatan kebanyakan memiliki pH di bawah 7, sedangkan kadar pH vagina yang baik untuk pembuahan adalah antara 7.0-8.5. Sehingga ketika Anda menggunakan pelumas dengan kadar pH seperti tadi, ini bisa saja menghambat pergerakan sperma bahkan membunuhnya. Kalau pun Anda harus menggunakan pelumas, maka carilah pelumas dengan kadar pH antara 7.0-8.5.

Mitos tentang Kehamilan #8 : Agar proses pembuahan terjadi, wanita harus mengalami orgasme saat melakukan hubungan intim.

Fakta : Pada tahun 1990 ahli Biologi Inggris menemukan fakta bahwa ketika wanita mengalami orgasme, akan terjadi kontraksi otot yang dapat membantu menarik sperma masuk ke dalam rahim, sehingga meningkatkan peluang sperma mencapai sel telur. Namun pembuahan tetap bisa terjadi meski pun wanita tidak mengalami orgasme saat melakukan hubungan intim.

Itulah beberapa mitos dan fakta seputar pembuahan yang dapat saya share. Semoga bermanfaat.

Baca juga tentang Makanan Peningkat kesuburan wanita dan Madu herbal penyubur kandungan.

***

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkir Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!