Beberapa Metode Pemeriksaan Kesuburan Wanita

Posted on

Ketika ingin merencanakan kehamilan, maka langkah yang sangat tepat untuk pertama kali sebelum memulainya adalah dengan memeriksakan diri mengenai masalah kesehatan dan tingkat kesuburan, baik dari pihak istri maupun suami. Terutama pada pasangan yang sudah satu tahun atau lebih berumah tangga tetapi belum dikaruniai seorang anak. Untuk itu mengunjungi dan konsultasi dengan dokter ahli kandungan atau spesialis obstetric gynekologi (SpOG) untuk sejumlah pemeriksaan mengenai masalah kesuburan. Hal ini dimaksudnya selain untuk mengetahui masalah tingkat kesuburan, juga merencanakan untuk dapat memperoleh kehamilan yang sehat.

Untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang baik maka, perlu meginformasikan kesehatan seakurat mungkin. Mulai dari jadwal menstruasi, lama periode menstruasi berlangsung, atau jika ada gangguan dalam siklus menstruasi. Demikian juga dengan informasi mengenai hubungan intim, apakah ada riwayat penyakit seksual. Dan bersikaplah terbuka, agar bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat. Nah ada beberapa macam pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mengecek tingkat kesuburan?.

Berikut adalah beberapa tes atau pemeriksaan yang dilakukan pada wanita:

  1. Tes darah, Hasil tes darah ini untuk mengetahui produksi hormon, antara lain thyroid stimulating hormon (TSH), follicle stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), estrogen, prolaktin, dan terkadang adanya hormon androgen yang berlebih atau progesteron.
  2. Tes tantangan Clomiphene, tes ini bertujuan untuk melacak bagaimana fungsi rahim dan bagaimana rahim akan merespon berbagai pengobatan kesuburan. Biasanya pada hari ke-5 siklus menstruasi, pasien diminta untuk mengonsumsi obat bernama selama 5 hari, pada hari ke-10, dokter akan mengetes kembali level hormon. Hasilnya akan menentukan seberapa efektif pengobatan yang akan diberikan.
  3. Grafik catatan suhu basal tubuh.  Dokter akan meminta Mama mencatat suhu tubuh pagi hari selama kurang lebih satu bulan. Saat mengalami ovulasi, biasanya suhutubuh akan sedikit meningkat.
  4. Biopsi Endometrial. Pada pemeriksaan ini, dokter akan mengambil sepotong kecil bagian dari jaringan endometrial, dan harus dilakukan menjelang masa menstruas. Prosedur ini akan sedikit tidak nyaman dan kemungkinan harus melakukan ini beberapa kali, jadi kuatkan mental dan minta dukungan pasangan dalam menjalaninya.
  5. Hysterosalpingogram (HSG). Merupakan prosedur sinar X yang membuat dokter bisa melihat apakah tuba falopi tidak ada sumbatan atau perlengketan pada tuba fallopi, juga untuk mendeteksi apakah kontur dan bentuk bagian dalam rahim normal ataukah ada gangguan misalnya polip, fibroid, luka parut atau kondisi tidak normal lainnya yang bisa pengaruhi kesuburan.
  6. USG transvaginal, untuk mengetahui apakah ada perkembangan sel telur bisa menjadi matang sehinga siap dibuahi ataukah sel telur tidak berkembang. Dan juga untuk mengetahui apakah ada kista atau tidak.
  7. Tes Pasca Seks, Biasanya sebelum tes, pasangan akan diminta untuk melakukan hubungan intim di hari tertentu di antara siklus menstruasi. Dalam 24 jam, dokter mengumpulkan sample cairan vagina untuk mengetahui pergerakan sperma.
Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkir Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!