Apakah Terlambat Haid Selalu Menjadi Tanda Hamil?

Posted on

Seorang wanita yang dalam program hamil atau tengah menantikan kehamilan, tentu sangat berharap jika segera haidnya terlambat atau biasa dikenal dengan istilah telat. Jika telah mendekati jadwal haid, maka wanita tersebut akan merasa harap-harap cemas. Berharap bahwa haid tak akan tiba lagi, dan merasa cemas jika ternyata haid yang tak diharapkan pun masih saja hadir tepat waktu dalam bulan-bulannya. Namun ada kala beberapa wanita sering mengalami telat, namun mereka kecewa lantaran saat hampir yakin jika dirinya hamil, ternyata haid pun datang juga. Mengapa masalah menstruasi selalu menjadi topic hangat saat wanita dalam masa penantian akan hamil?

Pada dasarnya memang siklus menstruasi akan berjalan dengan normal. Sel telur akan dilepaskan pada 14 hari sebelum meluruh menjadi darah haid, jika tidak berhasil dibuahi oleh sel sperma. Namun ternyata tak jarang pula dari wanita-wanita yang mengeluhkan bahwa dia sering mengalami telat, namun pada akhirnya haid tetap masih slalu hadir pada tiap bulannya. Mengapa para wanita yang dalam program hamil selalu mengkaitkan dan berharap telat haid saat menunggu kehamilan? Hal ini memang sangat wajar, karena kehamilan memang sangat berkaitan dengan siklus haid atau menstruasi. Awal kejadiannya memang sama. Saat darah haid, meluruh, maka ovarium atau indung telur memulai memproduksi sel-sel telur, namun dari beberapa sel telur yang diproduksi aka nada satu sel telur yang matang dan siap untuk dibuahi oleh sel sperma.

Ketika sel telur sudah matang, biasanya terjadi hari ke 14 jika siklus haid teratur 28 hari, maka segera ia berovulasi atau melepaskan diri dari infung telur, kemudian menuju ke saluran indung telur (tuba fallopi) untuk siap dibuahi oleh sel sperma. Nah masa-masa itulah yang dinamakan masa subur. Jika pada masa tersebut tidak ada sel sperma yang masuk atau karena tidak dapat membuahi sel telur, maka dalam waktu kurang lebih 24 jam bertahan pada saluran telur (tuba fallopi), maka sel telur tersebut akan meluruh bersama dengan lapisan rahim, dan akhirnya dikeluarkan sebagai darah menstruasi. Saat masa subur, jika wanita dan pasangannya melakukan hubungan intim, maka sel sperma akan masuk ke dalam rahim. Jika sel sperma berhasil membuahi sel ovum, maka akan terjadi konsepsi, yaitu pembuahan. Dan setelah terjadi pembuahan maka, sel telur dan sel sperma tersebut menyatu dan akan terus membelah hingga menjadi 16 sel dan berjalan menuju rahim. Dan kemudia sekitar 7 hari setelah pembuahan, maka sel-sel tersebut, maka terjadilah proses implantasi, yaitu tertanamnya hasil dari pembuahan dari sel ovum dan sel sperma ke dalam lapisan rahim, dan akan terus tumbuh dan berkembang pada masa-masa kehamilan.

Jadi, sangatlah wajar jika wanita selalu berharap, akan telat menstruasinya dengan harapan segera hamil. Namun, terkadang dalam siklus wanita berbeda-beda. Ada yang lama dan ada pula yang cepat. Ketika  wanita telat, ternyata belum hamil juga, hal ini sangat wajar karena mungkin saja periode siklus menstruasinya memang tidak menentu, sehingga masa ovulasinya pun juga tidak menentu, adakala cepat, adakala juga lambat. Meskipun saat wanita hamil, maka tidak akan mengalami menstruasi atau haid, namun bukan berarti wanita yang tidak haid itu dipastikan hamil. Karena perlu didukung oleh beberapa tanda-tanda yang lainnya, dan akan jelas pada hasil pemeriksaan tespeck atau USG.

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkir Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!