Antibiotik yang Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

Posted on

Ketika Anda masuk dalam masa-masa kehamilan, maka Anda harus cermat dalam memilih dan mengonsumsi obat-obatan. Bahkan, Anda harus melakukan hal ini sejak berencana hamil, karena bisa jadi Anda tidak tahu dengan pasti kapan memasuki masa-masa kehamilan tersebut. Anda harus benar-benar memperhatikan hal ini loh ya, karena konsumsi sembarang obat dapat memicu kecacatan pada bayi yang Anda kandung.

Dalam seminar Pengobatan Terkini Kasus Infeksi di RS Pondok Indah, Rabu (30/11/2011), seorang ahli patologi klinis dari Universitas Indonesia, dr. Tonny Loho DMM, SpPK(K) mengatakan “Saat berencana hamil, biasakan untuk menyampaikan ke dokter kalau memang sedang siap-siap hamil. Nanti dokter yang akan meresepkan antibiotik yang cocok.”

Antibiotik yang Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

Seperti yang sudah saya tuliskan di atas bahwa tidak semua antibiotik baik dikonsumsi pada masa kehamilan, karena itu, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan antibiotik yang cocok.

Salah satu antibiotik yang diharamkan bagi Anda yang sedang hamil adalah  golongan quinolon. Golongan antibiotik ini banyak dipakai untuk diare, typus dan infeksi paru-paru.  Contoh golongan antibiotik ini yang cukup terkenal adalah floroquinolon dan siprofloksasin. Jangan coba-coba mengonsumsi antibiotik ini ketika Anda hamil ya, karena dapat menyebabkan cacat pada bayi dan gangguan pertumbuhan tulang pada anak.

Epiphysis tulang atau tulang belakang tidak menutup adalah contoh kecacatan yang paling parah, yang disebabkan konsumsi antibiotik golongan quinolon pada saat hamil. Selain itu, konsumsi antibiotik ini akan menghambat pertumbuhan anak, sehingga postur tubuhnya cenderung lebih pendek dibanding teman sebaya. Anda pasti tidak menginginkan hal itu kan? ^_^

Sebagai tambahan info untuk Anda, berikut adalah antibiotik yang tidak dapat dikonsumsi oleh Ibu hamil, yang saya kutip dari kopihijau.info.

1.) Golongan Aminoglikosida (biasanya dalam turunan garam sulfate-nya), seperti amikacin sulfate, tobramycin sulfate, dibekacin sulfate, gentamycin sulfate, kanamycin sulfate, dan netilmicin sulfate.

2.) Golongan Sefalosporin, seperti : cefuroxime acetyl, cefotiam diHCl, cefotaxime Na, cefoperazone Na, ceftriaxone Na, cefazolin Na, cefaclor dan turunan garam monohydrate-nya, cephadrine, dan ceftizoxime Na.

3.) Golongan Chloramfenicol, seperti : chloramfenicol, dan thiamfenicol.

4.) Golongan Makrolid, seperti : clarithomycin, roxirhromycin, erythromycin, spiramycin, dan azithromycin.

5.) Golongan Penicillin, seperti : amoxicillin, turunan tridydrate dan turunan garam Na-nya.

6.) Golongan Kuinolon, seperti : ciprofloxacin dan turunan garam HCl-nya, ofloxacin, sparfloxacin dan norfloxacin.

7.) Golongan Tetracyclin, seperti : doxycycline, tetracyclin dan turunan HCl-nya (tidak boleh untuk wanita hamil), dan oxytetracylin (tidak boleh untuk wanita hamil).

dr. Tony Loho juga memaparkan “Pemakaian antibiotik yang tidak dianjurkan dokter bisa mengakibatkan kecacatan, itu terdapat pada obat antibiotik golongan kuinolon, Antibiotik ini bekerja untuk menghambat pembentukan inti sel. Bila dikonsumsi saat hamil bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan tulang pada janin.”

Jadi sudah sangat jelas kan Bu, bahwa konsumsi antibiotik saat hamil harus ekstra hati-hati dan sesuai anjuran dokter.

Terimakasih sudah mampir dan baca. Semoga bermanfaat (^_^)

Baca juga Hal yang dapat menghambat kehamilan dan Panduan Lengkap untuk Hamil

Keputihan dan Kista menyebabkan Anda SUSAH HAMIL.. Bau tak Sedapnya sangat Mengganggu!
Atasi dengan CRYSTAL X.. Gratis Kirim ke JABODETABEK, Diskon 30% Ongkos Kirim ke Kota Lain.
Garansi UANG KEMBALI 300% jika barang yang kami kirim PALSU! Beli Sekarang! Klik di Sini!